
WARNING!!! Untuk membaca artikel ini, dibutuhkan konsentrasi dan ketenangan!!?
Asumsi: {teko/ceret/poci (teapot) berisi air} diibaratkan sumber suatu hal(ilmu/guru/problem/skill/power/anything) dan
{cangkir/gelas} diibaratkan kapasitas batas/kadar volume/daya tampung kemampuan seseorang dalam menerima (ilmu/problem/skill/power/anything)
Misal: jika teko menuangkan air secara kontinyu/terus menerus kedalam gelas pada satu waktu,
maka sudah pasti air dalam gelas terisi penuh, namun melebihi kapasitas dari gelas tersebut,
akibatnya air meluap/tumpah dan berceceran
Solving: namun jika teko menuangkan air secara bertahap/(step by step) kedalam gelas dalam beberapa waktu,
maka air yang dikucurkan secara berkala ke dalam gelas sesuai kadar volumenya/kapasitas batas, dan lama kelamaan pun air dalam teko akan habis, tanpa ada air yang terbuang sia-sia belaka.
Analisa: Sebenarnya teko itu akan selalu mencurahkan/mengucurkan isinya pada gelas, bila isinya air putih, maka akan keluar air putih, bila diisi air teh, maka akan keluar air teh, bila diisi kopi, maka akan keluar air kopi, tidak mungkin terjadi selain itu, pada kondisi universal.
Bila teko mau sedikit merunduk untuk menuangkan air pada gelas, dan gelas mau meneguhkan posisi serta sikapnya untuk menerima isi teko, maka akan lebih memudahkan teko untuk menuangkan air kedalam gelas dan gelas pun harus ikhlas berada lebih rendah dari teko.
Tapi ingat !! janganlah sekali-kali gelas mau dituangkan isi teko, bila telah tahu, bahwa isi teko hanyalah air kotor yang tak bermanfaat.
Asumsi: air adalah zat cair, simbol kelemahan karena sifatnya yang lunak
batu adalah zat padat, simbol kekuatan karena sifatnya yang keras
Solving: air yang menetes tepat pada sebuah batu secara kontinyu, maka akan menghasilkan lubang permanen
Analisa: kelemahan pun bisa menjadi kekuatan, jangan menyepelekan sesuatu, bisa jadi yang disepelekan lebih dari yang kita kira
Asumsi: air simbol kehidupan/kedamaian
api simbol penghancuran/keserakahan/amarah/hawa nafsu
api vs api, maka api akan tetap menyala, dan justru tingkat suhu panasnya pun naik secara drastis
api vs air, maka lama kelamaan air akan memadamkan api, suhu panasnya pun akan mereda seketika
Segelas air jernih akan berubah warna seketika, jika tercampur dengan setetes tinta hitam, dan untuk membuat air jadi seperti semula (jernih kembali), dibutuhkan banyak air jernih yang harus dituangkan
Sedikit kita melakukan dosa, maka butuh banyak amalan/ibadah/ampunan untuk menghapusnya
Seperti angin yang tak terlihat bentuk dan wujudnya,,, namun dapat dirasakan kesejukannya
banyak orang membutuhkan kesegaran angin disaat merasa panas, dan banyak orang rela membeli mahalnya AC demi menghadirkan kesejukan angin ditempatnya
Dalam sebuah proyek pembangunan gedung, sering dicantumkan realisasi jumlah material, seperti semen/batu/bata/pasir/keramik/kayu/besi
namun air yang berbarel-barel, yang sebenarnya sangat dibutuhkan tak tercantum dalam realisasinya
Hendaklah beramal seperti "AIR"
Asumsi: {teko/ceret/poci (teapot) berisi air} diibaratkan sumber suatu hal(ilmu/guru/problem/skill/power/anything) dan
{cangkir/gelas} diibaratkan kapasitas batas/kadar volume/daya tampung kemampuan seseorang dalam menerima (ilmu/problem/skill/power/anything)
Misal: jika teko menuangkan air secara kontinyu/terus menerus kedalam gelas pada satu waktu,
maka sudah pasti air dalam gelas terisi penuh, namun melebihi kapasitas dari gelas tersebut,
akibatnya air meluap/tumpah dan berceceran
Solving: namun jika teko menuangkan air secara bertahap/(step by step) kedalam gelas dalam beberapa waktu,
maka air yang dikucurkan secara berkala ke dalam gelas sesuai kadar volumenya/kapasitas batas, dan lama kelamaan pun air dalam teko akan habis, tanpa ada air yang terbuang sia-sia belaka.
Analisa: Sebenarnya teko itu akan selalu mencurahkan/mengucurkan isinya pada gelas, bila isinya air putih, maka akan keluar air putih, bila diisi air teh, maka akan keluar air teh, bila diisi kopi, maka akan keluar air kopi, tidak mungkin terjadi selain itu, pada kondisi universal.
Bila teko mau sedikit merunduk untuk menuangkan air pada gelas, dan gelas mau meneguhkan posisi serta sikapnya untuk menerima isi teko, maka akan lebih memudahkan teko untuk menuangkan air kedalam gelas dan gelas pun harus ikhlas berada lebih rendah dari teko.
Tapi ingat !! janganlah sekali-kali gelas mau dituangkan isi teko, bila telah tahu, bahwa isi teko hanyalah air kotor yang tak bermanfaat.
Asumsi: air adalah zat cair, simbol kelemahan karena sifatnya yang lunak
batu adalah zat padat, simbol kekuatan karena sifatnya yang keras
Solving: air yang menetes tepat pada sebuah batu secara kontinyu, maka akan menghasilkan lubang permanen
Analisa: kelemahan pun bisa menjadi kekuatan, jangan menyepelekan sesuatu, bisa jadi yang disepelekan lebih dari yang kita kira
Asumsi: air simbol kehidupan/kedamaian
api simbol penghancuran/keserakahan/amarah/hawa nafsu
api vs api, maka api akan tetap menyala, dan justru tingkat suhu panasnya pun naik secara drastis
api vs air, maka lama kelamaan air akan memadamkan api, suhu panasnya pun akan mereda seketika
Segelas air jernih akan berubah warna seketika, jika tercampur dengan setetes tinta hitam, dan untuk membuat air jadi seperti semula (jernih kembali), dibutuhkan banyak air jernih yang harus dituangkan
Sedikit kita melakukan dosa, maka butuh banyak amalan/ibadah/ampunan untuk menghapusnya
Seperti angin yang tak terlihat bentuk dan wujudnya,,, namun dapat dirasakan kesejukannya
banyak orang membutuhkan kesegaran angin disaat merasa panas, dan banyak orang rela membeli mahalnya AC demi menghadirkan kesejukan angin ditempatnya
Dalam sebuah proyek pembangunan gedung, sering dicantumkan realisasi jumlah material, seperti semen/batu/bata/pasir/keramik/kayu/besi
namun air yang berbarel-barel, yang sebenarnya sangat dibutuhkan tak tercantum dalam realisasinya
Hendaklah beramal seperti "AIR"